UNESA Selenggarakan Webinar “Belajar dengan Cara Berbeda” untuk Perkuat Sekolah Inklusif
Surabaya, 23 April 2026 — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Fakultas Ilmu Pendidikan menyelenggarakan webinar bertajuk “Belajar dengan Cara Berbeda: Membangun Lingkungan Sekolah Inklusif melalui Pengembangan Profesional Kolaboratif”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada 23 April 2026 dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, praktisi pendidikan, serta masyarakat umum. Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta dalam mengembangkan praktik pendidikan inklusif yang kolaboratif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan akan implementasi pendidikan inklusif di Indonesia, khususnya dalam menghadapi keberagaman karakteristik peserta didik. Pendidikan inklusif tidak hanya menuntut kesiapan sistem, tetapi juga kompetensi pendidik dalam merancang pembelajaran yang adaptif. Oleh karena itu, webinar ini dihadirkan sebagai wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi semua peserta didik.
Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang pendidikan inklusif, baik dari dalam maupun luar negeri. Keynote speaker pertama, Lauren Chang, M.Ed., yang merupakan manajer klinis layanan terapi intervensi dini disabilitas di Sydney, Australia, memaparkan pentingnya intervensi dini dan pendekatan berbasis kebutuhan individu dalam pendidikan inklusif. Sementara itu, keynote speaker kedua, Muhammad Nurul Ashar, M.Ed., dosen sekaligus mahasiswa doktoral di The University of Sydney, membahas hasil penelitian terkait inklusi sosial siswa disabilitas di sekolah inklusif.
Selain itu, turut hadir narasumber dari internal UNESA, yaitu Dr. Asri Wijiastuti, M.Pd., selaku Koordinator Program Studi S2 Pendidikan Luar Biasa, serta Prof. Dr. Nursalim, M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. Kegiatan ini juga menghadirkan beberapa pembicara praktisi dan akademisi, antara lain Agustina Twinky, S.Psi., Ajeng Widyarini, S.Pd., Atiek Nilangsari, S.Kep., Ns., dan Hana Kuswo Putri, S.Sos., S.Pd., yang berbagi pengalaman implementasi pembelajaran inklusif di berbagai konteks pendidikan.
Pelaksanaan webinar berlangsung interaktif dengan sesi pemaparan materi, diskusi, serta tanya jawab antara narasumber dan peserta. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait strategi pembelajaran diferensiasi, kolaborasi antar tenaga pendidik, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung pendidikan inklusif.
Dalam salah satu sesi, Dr. Asri Wijiastuti, M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan profesional guru merupakan kunci utama dalam keberhasilan pendidikan inklusif. “Sekolah inklusif tidak hanya berbicara tentang menerima siswa dengan kebutuhan khusus, tetapi juga bagaimana seluruh elemen sekolah mampu berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang adil, adaptif, dan bermakna bagi semua,” ujarnya.
Webinar ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa pendidikan, guru, tenaga kependidikan, hingga praktisi pendidikan inklusif. Kegiatan ini juga memberikan sertifikat setara 3 JP sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta.
Melalui penyelenggaraan webinar ini, UNESA berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kompetensi pendidik dan memperkuat kolaborasi lintas profesi. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga mampu mendorong implementasi nyata praktik pendidikan inklusif di berbagai satuan pendidikan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam konteks pembelajaran di lapangan, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.
