Prodi S2 Pendidikan Luar Biasa UNESA Gelar Webinar “Desain Kelas Digital” untuk Dukung Pembelajaran Inklusif Berbasis Teknologi
berita terkait
- Wisuda ke-121 UNESA, S2 Pendidikan Khusus Kukuhkan Lulusan Jalur Reguler dan RPL
- Mahasiswa Tunanetra S2 Pendidikan Khusus UNESA Tampil di Forum Internasional ICER 2026 Thailand
- Koordinator S2 Pendidikan Khusus UNESA Raih The Best Oral Presenter pada 19th ICER 2026 di Thailand
- Presentasikan Inovasi Media Ajar bagi Siswa Disabilitas Rungu, Mahasiswa UNESA Raih The Best Oral Presenter pada 19th ICER 2026
- Delegasi S2 Pendidikan Khusus UNESA Kenalkan Budaya Indonesia pada 19th ICER 2026 di Thailand melalui Tari Tor-Tor dan Kain Ulos
Surabaya, 24 April 2026 — Program Studi S2 Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan webinar bertajuk “Desain Kelas Digital: Membangun Pembelajaran Inklusif melalui Teknologi Asistif” pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, praktisi pendidikan, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan inklusif berbasis teknologi.
Webinar ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada peserta dalam merancang pembelajaran digital yang adaptif dan inklusif, khususnya dengan memanfaatkan teknologi asistif. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, pendidik dituntut untuk mampu mengintegrasikan inovasi digital dalam pembelajaran agar dapat mengakomodasi kebutuhan beragam peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Sebagai keynote speaker, Agil Toressia Nirwanasari, S.E., M.Pd., Founder Athalia Blessing, menyampaikan materi utama mengenai pentingnya desain kelas digital yang berpusat pada kebutuhan individu siswa. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa teknologi asistif bukan sekadar alat bantu, melainkan jembatan untuk menciptakan akses pendidikan yang setara. “Pembelajaran inklusif di era digital harus dirancang secara sadar dan sistematis, sehingga setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensinya,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidang pendidikan dan psikologi, yaitu Jane Michelle, S.Pd., C.I.M.I., Artha Roichatul Jannah, S.Pd., Gr., Tirza Dian Octivia, S.Psi., serta Suci Rismawati, S.Pd. Para pembicara membahas berbagai topik, mulai dari strategi implementasi kelas digital inklusif, pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi asistif, hingga pendekatan psikologis dalam mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran daring.
Webinar dipandu oleh moderator Sabina Khairiah, S.Pd., yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif dan komunikatif. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Berbagai pertanyaan yang diajukan mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan, khususnya terkait tantangan dalam menerapkan pembelajaran inklusif di lingkungan sekolah.
Selain penyampaian materi, webinar ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) dari para narasumber yang telah berpengalaman dalam mengembangkan pembelajaran inklusif berbasis teknologi. Peserta memperoleh wawasan baru mengenai bagaimana merancang konten pembelajaran digital yang ramah bagi semua siswa, termasuk penggunaan fitur aksesibilitas, media interaktif, serta strategi diferensiasi pembelajaran.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari kalangan mahasiswa pendidikan, guru, maupun praktisi pendidikan inklusif. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan sertifikat setara 3 jam pelatihan (3 JP) kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai.
Melalui penyelenggaraan webinar ini, Prodi S2 Pendidikan Luar Biasa UNESA berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang efektif dan berkeadilan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang lebih adaptif.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik pembelajaran sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan belajar yang inklusif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan semua peserta didik di era digital.
