Mahasiswa S2 PLB Kembangkan Video Tutorial Berbasis Komunikasi Total untuk Tingkatkan Kewirausahaan Peserta Didik Tunarungu
Mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Luar Biasa (PLB),
Kartika, berhasil mengembangkan inovasi media pembelajaran berupa video
tutorial berbasis Komunikasi Total (Komtal) yang ditujukan untuk meningkatkan
pemahaman kewirausahaan peserta didik disabilitas rungu. Inovasi tersebut
dihasilkan melalui penelitian tesis yang mengangkat praktik pembuatan produk
“Sticky Milky Drink” sebagai media pembelajaran kewirausahaan yang aplikatif,
kontekstual, dan ramah disabilitas.
Pengembangan media ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan
bahan ajar kewirausahaan yang sesuai dengan karakteristik belajar peserta didik
tunarungu. Selama ini, pembelajaran kewirausahaan di sekolah masih didominasi
oleh penjelasan verbal dan teks tertulis, sehingga belum sepenuhnya menjangkau
kebutuhan peserta didik dengan hambatan pendengaran. Kondisi tersebut berdampak
pada rendahnya pemahaman konsep usaha dan keterampilan vokasional yang
seharusnya dapat menjadi bekal kemandirian peserta didik di masa depan.
Menjawab permasalahan tersebut, Kartika mengembangkan video
tutorial berbasis Komunikasi Total yang mengintegrasikan bahasa isyarat, teks,
visual, serta demonstrasi praktik dalam satu kesatuan media pembelajaran.
Melalui video ini, peserta didik tidak hanya memperoleh penjelasan konsep
kewirausahaan, tetapi juga dapat mengamati secara langsung tahapan pembuatan
produk, mulai dari persiapan bahan hingga proses penyajian Sticky Milky Drink.
Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang
meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.
Produk video tutorial yang dihasilkan kemudian divalidasi oleh ahli materi dan
ahli media untuk memastikan kesesuaian isi, kejelasan penyampaian, serta
kelayakan tampilan. Selanjutnya, media diuji kepraktisan dan efektivitasnya
melalui penerapan langsung kepada peserta didik disabilitas rungu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa video tutorial berbasis
Komunikasi Total dinyatakan sangat valid, praktis, dan efektif digunakan
sebagai media pembelajaran kewirausahaan. Media ini terbukti mampu meningkatkan
pemahaman peserta didik terhadap prosedur produksi, menumbuhkan kemandirian
belajar, serta mengembangkan keterampilan vokasional yang relevan dengan
kebutuhan dunia kerja.
Melalui inovasi ini, pembelajaran kewirausahaan diharapkan
tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga pada pemberdayaan
peserta didik disabilitas rungu agar memiliki keterampilan hidup dan peluang
usaha mandiri. Media ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung
terwujudnya pendidikan inklusif yang setara, adaptif, dan berorientasi pada
kemandirian peserta didik.