Hari ke 4: UNESA Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Kunjungan Akademik ke SK Seri Kepong Malaysia
Kuala Lumpur - Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan kunjungan akademik ke Sekolah Kebangsaan (SK) Seri Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Internship & Student Mobility Malaysia yang bertujuan memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Delegasi Unesa terdiri dari mahasiswa S1 dan S2 PLB, Koordinator Prodi S1 Dr. Khofidotur Rofiah, M.Pd., Ph.D., serta Koordinator Prodi S2 Dr. Asri Wijiastuti, M.Pd. Rombongan disambut langsung oleh guru besar SK Seri Kepong, Yusizrahisham bin Abdul Latif, beserta jajaran guru pendidikan khas sekolah.
Dalam sambutan pembuka, Dr. Asri Wijiastuti menekankan pentingnya membangun hubungan persahabatan antarnegara sebagai upaya kolektif untuk memajukan pendidikan khusus. Ia menegaskan bahwa kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia harus tetap harmonis, terlepas dari isu-isu di luar ranah pendidikan. Menurutnya, fokus utama kedua negara adalah memastikan masa depan pendidikan anak berkebutuhan khusus melalui pertukaran ilmu dan praktik terbaik. Pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak tuan rumah. Guru besar SK Seri Kepong, Yusizrahisham bin Abdul Latif, menyampaikan apresiasi dan harapan agar kolaborasi ini terus berkembang. Ia menegaskan bahwa pertukaran gagasan dan strategi pembelajaran lintas negara merupakan langkah penting untuk memperkuat sistem pendidikan khas di sekolah dasar, sekaligus membuka jalan menuju praktik pendidikan yang lebih inklusif.
Kunjungan akademik ini diisi dengan serangkaian kegiatan lapangan dan diskusi mendalam. Delegasi Unesa berkesempatan mengamati langsung proses pembelajaran di kelas pendidikan khas, mulai dari strategi komunikasi dengan siswa, diferensiasi tugas, hingga penggunaan media pembelajaran khusus yang menjadi ciri khas sekolah tersebut. Selanjutnya, dosen dan mahasiswa Unesa mengikuti sesi diskusi dengan para guru SK Seri Kepong mengenai penyusunan IEP (Individualized Education Program), pendekatan pembelajaran individual, asesmen perkembangan siswa, modifikasi perilaku, serta berbagai praktik baik yang selama ini diterapkan dalam pendidikan inklusif. Pertemuan berlangsung aktif dan saling melengkapi, dengan pertukaran pengalaman dari kedua belah pihak.
Selain itu, mahasiswa S1 dan S2 PLB melakukan studi perbandingan terkait sistem pendidikan khas antara Indonesia dan Malaysia. Pembahasan mencakup struktur kurikulum, dukungan sekolah terhadap siswa berkebutuhan khusus, peran guru pengiring, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Melalui pengamatan dan dialog langsung, mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai penerapan kebijakan pendidikan khusus di negara tetangga.
Sebagai penutup kegiatan, kedua institusi saling bertukar cenderamata sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk melanjutkan kerja sama akademik di masa mendatang. Momentum ini sekaligus menjadi pijakan awal untuk membuka peluang kolaborasi riset, program mobilitas mahasiswa, hingga pengembangan kurikulum berbasis praktik global.
Kegiatan ini memberikan dampak signifikan bagi mahasiswa, terutama dalam memperluas wawasan internasional dan pemahaman mereka terhadap penerapan pendidikan khusus di negara lain. Dr. Khofidotur Rofiah menegaskan bahwa paparan global sangat penting untuk membentuk calon pendidik yang kompeten dan adaptif. Ia berharap pengalaman ini membantu mahasiswa mengembangkan perspektif baru ketika kelak mendampingi siswa berkebutuhan khusus di Indonesia.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah nyata Unesa dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus memastikan pendidikan khusus terus berkembang mengikuti standar global melalui kolaborasi lintas negara.