Hari ke 3: UNESA Jalin Kerja Sama dengan Brain Science Academy Malaysia, Mahasiswa Ikuti Pemindaian Brainwave dan Pelatihan EEG
Malaysia — Pada hari ketiga rangkaian program kunjungan akademik, mahasiswa Magister (S2) dan para dosen dari Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan akademik di Brain Science Malaysia. Kunjungan ini menjadi kesempatan penting untuk memperoleh pemahaman ilmiah mengenai pendekatan neurosains dalam pendidikan khusus.
Dalam sesi utama, Dr. Shiw Shin Yeen, Founder Brain Science Academy Malaysia, memaparkan materi terkait penggunaan metode Electroencephalography (EEG) dalam mengidentifikasi gelombang otak anak berkebutuhan khusus. Beliau menjelaskan proses perekaman sinyal otak, teknik interpretasi data EEG, serta bagaimana informasi tersebut dapat digunakan untuk memahami kebutuhan belajar, regulasi emosi, hingga potensi intervensi pendidikan yang lebih tepat sasaran.
Dr. Shiw Shin Yeen juga menunjukkan contoh hasil asesmen brainwave, memberikan penjelasan mendetail tentang korelasi antara pola gelombang otak dengan kondisi psikologis maupun respons terhadap rangsangan. Sesi ini memberikan wawasan mendalam kepada peserta mengenai pentingnya pendekatan berbasis data dalam layanan pendidikan khusus.
Setelah penyampaian materi, kegiatan berlanjut dengan asesmen brainwave bagi seluruh mahasiswa. Setiap peserta menjalani proses pemindaian untuk melihat pola aktivitas neuron, termasuk tingkat konsentrasi, stres, relaksasi, dan respons otak terhadap berbagai stimulus. Pengalaman ini menjadi kesempatan langsung bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana data neurosains dapat merefleksikan kondisi internal seseorang dan bagaimana hal tersebut relevan dalam proses pembelajaran.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan Institutional Agreement (IA) antara Brain Science Academy Malaysia dan Jurusan Pendidikan Luar Biasa (S1 dan S2) Universitas Negeri Surabaya. Perjanjian ini menandai dimulainya kolaborasi strategis dalam bidang riset, pelatihan, serta program pertukaran akademik bagi dosen dan mahasiswa. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi calon pendidik dan profesional yang bergerak di bidang pendidikan khusus, terutama dalam integrasi neurosains ke dalam praktik pembelajaran.
Kunjungan ini tidak hanya memperluas wawasan akademik peserta, tetapi juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara kedua institusi dalam pengembangan layanan pendidikan berbasis riset dan teknologi.