Inovasi media pembelajaran digital kembali dihadirkan untuk mendukung peningkatan kemampuan literasi peserta didik berkebutuhan khusus. Tri Sedya Silo Pratiwi, mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), mengembangkan media pembelajaran berupa komik digital untuk meningkatkan kemampuan membaca teks sederhana pada peserta didik disabilitas intelektual. Inovasi ini menjadi fokus dalam tesisnya yang berjudul “Pengembangan Media Komik Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Sederhana pada Peserta Didik Disabilitas Intelektual.”
Media pembelajaran yang dikembangkan berbentuk komik digital dengan tampilan visual menarik dan alur cerita yang sederhana. Komik ini menyajikan narasi dan percakapan bergambar yang disesuaikan dengan kemampuan kognitif peserta didik disabilitas intelektual. Teks yang digunakan dibuat singkat, jelas, dan mudah dipahami sehingga membantu peserta didik dalam mengenal kata, membaca kalimat sederhana, serta memahami isi bacaan.
Komik digital ini terdiri atas tiga judul cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, yaitu Mengelompokkan Sampah, Hemat Energi, dan Hemat Air. Pemilihan tema tersebut tidak hanya bertujuan untuk melatih kemampuan membaca, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Melalui cerita bergambar, peserta didik diajak belajar membaca sekaligus memahami pesan moral yang terkandung dalam cerita.
Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media yang dihasilkan kemudian melalui proses uji kevalidan oleh ahli materi dan ahli media, serta uji kepraktisan dan keefektifan melalui penerapan langsung dalam pembelajaran di sekolah luar biasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik digital ini dinyatakan layak dan praktis digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, media terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca teks sederhana peserta didik disabilitas intelektual, khususnya pada aspek kelancaran membaca dan pemahaman isi bacaan. Peserta didik terlihat lebih tertarik dan termotivasi mengikuti pembelajaran karena penyajian materi dilakukan secara visual dan tidak membosankan.
Pengembangan komik digital ini menjadi alternatif media pembelajaran inovatif yang dapat digunakan oleh guru di sekolah luar biasa. Inovasi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital yang sederhana dan kontekstual mampu mendukung pembelajaran literasi secara inklusif, sekaligus membantu peserta didik disabilitas intelektual belajar membaca dengan cara yang lebih menyenangkan dan bermakna.