Angkat Cerita Rakyat Madura, Mahasiswa Kembangkan Video Digital Storytelling untuk Siswa Tunarungu
Upaya menghadirkan pembelajaran yang inklusif dan bermakna bagi peserta didik disabilitas rungu terus mengalami perkembangan. Salah satu inovasi terbaru datang dari Yasmin Firdausi, mahasiswa Program RPL, yang mengembangkan media pembelajaran berupa video digital storytelling berbasis QR code untuk meningkatkan penguasaan kosakata peserta didik disabilitas rungu di jenjang sekolah menengah di Kabupaten Bangkalan.
Inovasi tersebut menjadi fokus dalam tesisnya yang berjudul “Pengembangan Video Digital Storytelling untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Peserta Didik Disabilitas Rungu.” Media ini dirancang secara khusus dengan mempertimbangkan karakteristik belajar peserta didik tunarungu yang lebih mengandalkan visual dan bahasa isyarat dalam memahami informasi.
Keunikan media yang dikembangkan terletak pada pemanfaatan cerita rakyat Madura, yakni Air Mata Ratu Ibu dan Bukit Geger, sebagai latar naratif pembelajaran kosakata. Pemilihan cerita rakyat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran bahasa, tetapi juga menjadi media penguatan nilai budaya dan kearifan lokal Madura. Cerita disajikan dalam bentuk video dengan visual yang komunikatif, dilengkapi teks, narasi, serta Juru Bahasa Isyarat yang mengenakan pakaian adat Madura.
Media video digital storytelling ini dapat diakses dengan mudah melalui QR code, sehingga praktis digunakan baik di dalam maupun di luar kelas. Proses pengembangannya dilakukan secara sistematis melalui tahapan analisis, perancangan, pengembangan, hingga evaluasi, guna memastikan kualitas dan kesesuaian media dengan kebutuhan peserta didik.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa media ini memperoleh penilaian sangat baik dan layak dari para ahli serta praktisi pendidikan. Selain itu, guru dan peserta didik memberikan respons positif terhadap penggunaan media tersebut. Video dinilai menarik secara visual, mudah diakses, dan mampu menyampaikan kosakata secara jelas serta kontekstual.
Penerapan media dalam pembelajaran juga terbukti mampu meningkatkan penguasaan kosakata peserta didik disabilitas rungu secara signifikan. Peserta didik menjadi lebih aktif, tertarik, dan mudah memahami kosakata melalui alur cerita yang dekat dengan budaya mereka.
Secara keseluruhan, video digital storytelling berbasis QR code ini menjadi solusi pembelajaran yang efektif, inklusif, dan relevan secara budaya. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran bagi pendidik dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran bagi peserta didik disabilitas rungu.